Dalam dekap ini, kurasa kehadiranmu,terbayang sedang apa kau di situ.
Inginku tepis semak-semak rimba yang menghalangiku,
agar kugapaikanmu.
Siang mengemis, malam menangis.
Hanya bayangmu yang ku rindu.
Ntah bagaimanaku hapuskanmu,
walau terkadang kubergantung.
Menatapmu ku tak mampu.
Tak kuijinkan hati ini berteriak membisu.
Seakan-akan ku remuk dan rapuh dalam bayangmu.
Cukup sudah, aku tak sanggup.
Haruskah ku bernyanyi dan bersiul.
Agar kau menyadariku,
bahwa ku telah jatuh di liang matamu.

0 komentar:
Post a Comment