Ini bukanlah sebuah puisi,
bukan pula pantun,
ataupun kumpulan paragraf cerita..
surat ini aku sampaikn kepdmu,
yang sedang gundah hatinya.
ketika hujan merasakan indahnya pelangi
ketika terik merasakan hangatnya cahaya
ketika malam merasakan indahnya rembulan
ketika pagi merasakan hangatnya mentari
Dan ketika salju merasakan indahnya musim semi
ketika angin merasakan hangatnya udara
ketika waktu yang kita rasakan berhenti
ketika terakhir ucapku terimakasih
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pages
Total Pageviews
Motto
Now or Never
About Tria
Check Me on Facebook
Popular Posts
-
Aku mengucek-ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan...
-
Kau hanyalah seikat bunga layu, yang dibuang di tanah berpaku, berguling-guling tak berderu, di telan pasir berpenghisap peluru. ...
-
Museum Kota Wina, Wien Stadt Museum, letaknya yang menyelip di dekat Gereja Baroque St. Charles, Eropa. Museum ini adalah bangunan yang d...
-
Yo whats up~ welcome to my country road, Sidoarjo, The Industrial Country in East Java. Country road Kono michi Zutto Yukeba ...
-
In the m orning near the fireplace . Sesa: daddy, daddy, look what I’ve found! Daddy bear: what is it? Sesa: look at this! (show and h...
-
ketika hujan merasakan indahnya pelangi ketika terik merasakan hangatnya cahaya ketika malam merasakan indahnya rembulan ketika pag...
-
What time is it right now? hmm still 11 am. Yosh! I still have chance of time to finish my blog works(fyuuh). Well after my description abo...
-
Once upon a time there lived an unhappy young girl. Her mother was dead and her father had married a widow with two daughters. H...
-
Menjadi Pegawai Teladan adalah impian semua orang. Di percaya oleh rekan kerja bahkan pimpinan pun adalah keinginan kita agar produktivitas...
-
Well guys, this is my first time to write and insert about my personality in this messy blog, I dunno this is really necessary or not, but ...

0 komentar:
Post a Comment