Kau hanyalah seikat bunga layu,
yang dibuang di tanah berpaku,
berguling-guling tak berderu,
di telan pasir berpenghisap peluru.
Kau hanyalah seutas tali kusut,
berjalan berliku-liku,
tampang wajah pilu,
membawa sepenggal tabung,
berisikan kata rindu.
Kau hanyalah sebongkah batu,
menunggu ditelan rindu,
lelah lesuh memburumu,
memandang wajah acuh tak acuh,
tak ada yang peduli padamu.
Kau hanyalah sebutir debu,
ditemani alunan sendu,
tertawa menangis memohon ampun,
sampai maut menjemputmu.
Akankah Sang Kasih merangkulmu?

0 komentar:
Post a Comment