REMAJA

Wednesday, August 13, 2014
Kawan-kawan, nah berbicara mengenai psikologis nih ya, kali ini ini kita akan membahas mengenai psikologi pada remaja. Pada masa Yunani awal, beberapa filsuf, yaitu Plato dan Aristoteles berkomentar mengenai sifat yang dimiliki pada anak muda, bahwa kemampuan bernalar tidak terdapat di masa anak-anak, tetapi muncul pertama kali pada masa remaja. Mau tahu kan, mengapa kemampuan tersebut muncul pada masa remaja bukan pada masa kanak-kanak, padahal masa kanak-kanak adalah masa yang paling ideal dalam mengenal, memahami suatu hal, apalagi keinginan tahuan mereka sangatlah tinggi.

Jadi begini, mereka menyatakan bahwa aspek terpenting dalam remaja adalah kemampuan untuk memilih pada determinasi diri untuk menuju kematangan. Penekanan Aristoteles terhadap perkembangan tersebut berbeda dengan pandangan kontemporer yang menganggap kemandirian, identitas, dan pilihan karakter sebagai pembentuk jati diri.

Salah satunya pada negara-negara besar, contonhya nih ya UK (United Kingdom), negara tersebut tidak membatasi keinginan anak remaja. Mereka diberi keluasan dalam memilih hobby mereka, cita-cita mereka, tujuan mereka, bahkan jodoh (halah). Jadi mereka tidak merasa terbebani dengan disiplin keras yang malah akan membuat mereka stress.

Kawan-kawan tahu tidak? bahwa pada usia 12 tahun hingga 16 tahun, adalah usia yang sangat rawan sekali pergaulan bebas, karena pada usia tersebut kita dihadapkan dalam beberapa pilihan dan pilihan tersebut adalah jalan menuju peluang masa depan cemerlang. Gak mau kan kalau masa depan indah yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk kita semua tiba-tiba hilang ditelan ombak. 
Dan juga nie ya, usia-usia tersebut adalah usia yang memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi dari usia 4-9 tahun. Plus usia 12-16 juga adalah usia pembentukkan kedewasaan melalui keseharian dan cara bergaul kita. 
Nah kalau usia 15 tahun hingga 20 tahun, setiap individu mulai matang secara emosional dan sifat memikirkan diri sendiri.

Nah nah nah, sebagai orang tua yang cerdas, pintar-pintarlah mengajak anak remajanya untuk dapat menentukan tujuan hidupnya dengan jelas, dengan dorongan penuh motivasi, lebih meningkatkan dan memenuhi rasa ingin tahu mereka(dalam hal positif loh ya), bukan dorongan keras yang dapat merusak impian mereka ataupun mengabaikannya. Akhirnya peluang pergaulan bebas menjadi pilihan terakhir bagi masa gelap mereka  .

0 komentar:

Post a Comment