Pudar

Monday, October 6, 2014
Malam menepis kerinduan
Hati gundah terbayang
Dalam kesunyian, ku termangu
Terdiam

Melesat jauh anganku
2 tahun yang lalu
Ketika kau tertidur dipangkuanku
Kubelai bulu emasmu
Ekor yang slalu ingin dimanja

Sang Fajar
Bergumam di ufuk Timur
Biasa,
Sebutir biskuit di dalam cawan
Kau manjakan perut kecilmu

Pagi itu tampak biasa
Ku tepis segalanya
Segala kegundahan dalam dada
Yang kuingat hanya geli tawa manismu

Kulempar segalanya
Dengan langkah tegap
Kumelangkah menuju jalanMu

2 tahun lalu
Di malam nan sunyi
Mengisyaratkanku tentang secercah ingatan
Menghampiri keningku
Sang Dewi malam

Fajar  menunjukkan riasnya
Memancarkan pesonanya
Kutepis segala kegalauan
Yang teringat hanyalah tawa geli manismu

Kau muncul di perapian
Parasmu yang galak tapi lembut
Bermain bersama api
Mengaung bagaikan alunan melodi senja

Sehelai kain tipis bergelantung di atas jendela
Mengayun mengikuti irama
Saat itu kau sedang bermimpi pulas
Di selimuti kain merah delima
Akankah sekejap waktu ini terus mengalir?

Senja meredup
Kutepis segala kegundahan
Yang teringat hanya tawa gelimu
Masih teringat pesan sang dewi malam
Dengan isyaratnya kucoba merangkai
Terdiam

2 tahun lalu
Dalam gelap yang sama
Ku hanya berdiri
Memandang raga
Tak bernyawa
Di seberang rawa tak berpenghuni
Angin membelai rintikan air mata tak berair
Bersama dewi malam
Bersenandung kedukaan


0 komentar:

Post a Comment