Malam menepis kerinduan
Hati gundah terbayang
Dalam kesunyian, ku termangu
Terdiam
Melesat jauh anganku
2 tahun yang lalu
Ketika kau tertidur dipangkuanku
Kubelai bulu emasmu
Ekor yang slalu ingin dimanja
Sang Fajar
Bergumam di ufuk Timur
Biasa,
Sebutir biskuit di dalam cawan
Kau manjakan perut kecilmu
Pagi itu tampak biasa
Ku tepis segalanya
Segala kegundahan dalam dada
Yang kuingat hanya geli tawa manismu
Kulempar segalanya
Dengan langkah tegap
Kumelangkah menuju jalanMu
2 tahun lalu
Di malam nan sunyi
Mengisyaratkanku tentang secercah ingatan
Menghampiri keningku
Sang Dewi malam
Fajar menunjukkan
riasnya
Memancarkan pesonanya
Kutepis segala kegalauan
Yang teringat hanyalah tawa geli manismu
Kau muncul di perapian
Parasmu yang galak tapi lembut
Bermain bersama api
Mengaung bagaikan alunan melodi senja
Sehelai kain tipis bergelantung di atas jendela
Mengayun mengikuti irama
Saat itu kau sedang bermimpi pulas
Di selimuti kain merah delima
Akankah sekejap waktu ini terus mengalir?
Senja meredup
Kutepis segala kegundahan
Yang teringat hanya tawa gelimu
Masih teringat pesan sang dewi malam
Dengan isyaratnya kucoba merangkai
Terdiam
2 tahun lalu
Dalam gelap yang sama
Ku hanya berdiri
Memandang raga
Tak bernyawa
Di seberang rawa tak berpenghuni
Angin membelai rintikan air mata tak berair
Bersama dewi malam
Bersenandung kedukaan

0 komentar:
Post a Comment